Kurikulum 2013 Diberlakukan Secara Bertahap dan Terbatas
Sebagai upaya meningkatkan kualitas
pendidikan, mulai tahun ajaran 2013/2014, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan akan menerapkan Kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar
dan menengah. Penerapannya secara bertahap dan terbatas.
Hal tersebut disampaikan Mendikbud Prof. Mohammad Nuh, DEA dihadapan peserta upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar di halaman Kompleks Kemdikbud, Senayan, Jakarta, Kamis pagi, 2 Mei 2013.
Bertahap, lanjut Mohammad Nuh, artinya kurikulum tidak diterapkan di semua kelas di setiap jenjang. Di jenjang SD, pada 2013, Kurikulum 2013 hanya diterapkan di kelas 1 dan 4. Di jenjang SMP, SMA, dan SMK diterapkan di kelas 1. “Terbatas diartikan bahwa jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah,” ucapnya.
Kurikulum 2013 dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. “Hal ini penting dalam rangka antisipasi kebutuhan kompetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045,” tegasnya.
Hal tersebut disampaikan Mendikbud Prof. Mohammad Nuh, DEA dihadapan peserta upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar di halaman Kompleks Kemdikbud, Senayan, Jakarta, Kamis pagi, 2 Mei 2013.
Bertahap, lanjut Mohammad Nuh, artinya kurikulum tidak diterapkan di semua kelas di setiap jenjang. Di jenjang SD, pada 2013, Kurikulum 2013 hanya diterapkan di kelas 1 dan 4. Di jenjang SMP, SMA, dan SMK diterapkan di kelas 1. “Terbatas diartikan bahwa jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah,” ucapnya.
Kurikulum 2013 dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. “Hal ini penting dalam rangka antisipasi kebutuhan kompetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045,” tegasnya.
Struktur Kurikulum 2013
Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat
penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus
menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa
dipastikan implementasinya pun akan kedodoran.
Pada titik inilah, maka penyampaian struktur kurikulum dalam uji publik
ini menjadi penting. Tabel 1 menunjukkan dasar pemikiran perancangan
struktur kurikulum SD, minimal ada sebelas item. Sementara dalam
rancangan struktur kurikulum SD ada tiga alternatif yang di mesti kita
berikan masukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar